Pentingnya Memahami Perilaku Individu Dalam Sebuah Organisasi.

Memahami perilaku organisasi sebagaimana saya sudah tulis di artikel sebelumnya tentang Pengertian, Latar Belakang dan Evaluasi Ilmu Perilaku dalam Manajemen tidak terlepas dari perilaku individu sebagai salah satu dimensi dari organisasi. Individu di dalam organisasi merupakan faktor pendukung dalam organisasi. Pada artikel kali ini secara khusus membahas tentang perilaku individu dalam organisasi. 


Pentingnya Memahami Perilaku Individu Dalam Sebuah Organisasi.



Perilaku manusia adalah sebagai suatu fungsi dari interaksi antara person atau individu dengan lingkungan disekitarnya. Oleh karena itu untuk memahami perilaku organisasi sebaiknya diketahui terlebih dahulu karakter individu-individu sebagai pendukung organisasi tersebut. Secara singkat defenisi perilaku dapat dirumuskan sebagai berikut :

P = F (I,L) 

Keterangan :
P = Perilaku
F = Fungsi
I  = Individu
L = Lingkungan

Formula tersebut dapat dijelaskan bahwa perilaku adalah suatu fungsi dari interaksi antara seseorang individu dengan lingkunganya. Ini berarti bahwa individu dengan lingkunganya menentukan perilaku masing-masing secara langsung. Individu dan organisasi tidak jauh berbeda dengan pengertian ungkapan tersebut. Masing-masing mempunyai sifat khusus atau karakteristik tersendiri dan jika kedua karakteristik ini berinteraksi maka akan menimbulkan perilaku individu dalam organisasi. (Miftah Thoha, 1995 :30-31).


Model Umum Perilaku dalam Organisasi                                           

MEMAHAMI SIFAT-SIFAT MANUSIA

Konsep tentang manusia dan karakternya selalu menarik untuk diteliti. Hal ini telah mendorong para peneliti perilaku organisasi terus berusaha mengembangkan pemahaman tentang konsep-konsep tersebut, walaupun konsep-konsep tersebut terdapat perbedaan satu sama lain. Secara ringkas prinsip-prinsip dasar sifat-sifat manusia antara lain sebagai berikut :

  1. Manusia berbeda perilakunya, karena kemampuannya tidak sama.
  2. Manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda.
  3. Orang berpikir tentang masa depan, dan membuat pilihan tentang bagaimana bertindak.
  4. Seseorang memahami lingkunganya dalam hubunganya dengan pengalaman masa lalu dan kebutuhanya.
  5. Seseorang itu mempunyai reaksi-reaksi senag arau tidak senang.
  6. Banyak faktor yang menentukan sikap dan perilaku seseorang. (Miftah Thoha, 1995 : 31-40)

0 Komentar