Dalam hidup, kita sering diajarkan untuk berhati-hati. Jangan salah langkah. Jangan gagal. Jangan mengambil keputusan yang bisa merugikan. Nasihat itu terdengar bijak, namun tanpa disadari, kehati-hatian yang berlebihan justru bisa mempengaruhi kita pada risiko yang paling besar: diam di tempat .
Tidak mengambil risiko sering kali terasa aman. Kita memilih
bertahan di zona nyaman, pekerjaan itu-itu saja, gagasan yang tidak pernah
terwujud, atau mimpi yang terus tertunda. Padahal, dunia terus bergerak. Ketika
kita memilih berhenti melangkah, sebenarnya kita sedang membiarkan diri
tertinggal.
Setiap kemajuan besar dalam hidup selalu berawal dari
keberanian mengambil risiko. Seorang pengusaha mengambil risiko saat memulai
usaha tanpa jaminan berhasil. Seorang pemimpin mengambil risiko ketika
memutuskan perubahan yang tidak selalu populer. Bahkan dalam kehidupan pribadi,
keputusan untuk berubah, belajar hal baru, pindah arah, atau memulai
kembali selalu mengandung hal yang baru.
Risiko memang tidak pernah menjanjikan hasil yang sempurna.
Ada kemungkinan gagal, disalahpahami, atau bahkan jatuh. Namun dari sanalah kita
belajar. Kegagalan yang terjadi dengan jujur akan melahirkan kedewasaan,
ketangguhan, dan kebijaksanaan. Sebaliknya, tidak mengambil risiko yang sama
sekali membuat kita kehilangan kesempatan untuk bertumbuh.
Ironisnya, banyak orang baru menyadari hal ini di akhir
perjalanan. Penyesalan terbesar jarang datang dari kegagalan, tetapi dari
kesempatan yang tidak pernah dicoba. Dari kata “seandainya” yang terus
menghantui karena kita terlalu takut melangkah.
Mengambil risiko bukan berarti keputusan yang ceroboh.
Risiko yang bijak lahir dari perhitungan, persiapan, dan keyakinan. Namun
setelah semua itu dilakukan, tetap dibutuhkan satu hal penting: keberanian .
Keberanian untuk melangkah meski hasilnya belum pasti.
Jika hari ini Anda berada di persimpangan ragu untuk mencoba
hal baru, memulai gagasan, atau mengambil tanggung jawab yang lebih
besar, ingatlah satu hal kegagalan tetap memberi pelajaran, tetapi tidak
mencoba sama sekali hanya meninggalkan kekosongan.
Karena pada akhirnya, hidup bukanlah tentang seberapa aman
kita bermain, melainkan seberapa jauh kita berani melangkah. Dan sering kali,
hal yang paling berisiko dalam hidup adalah tidak mengambil risiko itu sendiri
. (H.A.S)
"Anda dapat mendukung agar blog ini tetap berjalan! Klik tombol Trakteer di bawah untuk memberikan dukungan dan membuat konten-konten inspiratif tetap hadir."
Mulai website Anda sekarang bersama Hostinger — cepat, aman, dan terjangkau.
.jpeg)
0 Komentar