Konflik sering kali dipandang sebagai sesuatu yang harus dihindari. Banyak orang merasa bahwa konflik adalah tanda kegagalan dalam hubungan, baik dalam keluarga, persahabatan, organisasi, maupun pelayanan. Padahal, konflik bukanlah musuh. Ia adalah bagian alami dari perjumpaan antar manusia yang memiliki latar belakang, cara berpikir, dan kepentingan yang berbeda.
Pada dasarnya, konflik memberi kita pilihan. Pilihan pertama
adalah menghindarinya. Sekilas, cara ini tampak aman dan tenang. Namun, konflik
yang dihindari tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya dipendam, lalu tumbuh
menjadi kekecewaan, prasangka, dan jarak emosional yang perlahan merusak
hubungan.
Pilihan kedua adalah menghadapinya dengan ego. Dalam posisi
ini, konflik berubah menjadi ajang pembuktian siapa yang paling benar dan
paling kuat. Kita berdiskusi untuk menang, bukan untuk memahami. Mungkin
keinginan kita terpenuhi, tetapi sering kali kemenangan itu dibayar mahal
dengan luka, hilangnya kepercayaan, dan rusaknya hubungan yang telah dibangun.
Namun, ada pilihan ketiga yakni bertengkar dengan kebijaksanaan.
Inilah jalan yang tidak mudah, tetapi paling bermakna. Dalam solusi, konflik
diterima sebagai anugerah. Ia menjadi ruang belajar untuk saling mendengar,
memahami, dan bertumbuh. Fokusnya bukan lagi pada siapa yang benar, melainkan
bagaimana hubungan bisa tetap utuh dan bahkan semakin kuat.
Bertengkar dengan kebijaksanaan berarti mengelola emosi
dengan hati dan kesadaran. Kita berani jujur tanpa menyakiti, tegas tanpa kekerasan, dan terbuka tanpa kehilangan empati. Dalam proses ini, konflik justru
menjadi jembatan yang mempererat hubungan, karena di sanalah kejujuran dan
kedewasaan diuji serta diperdalam.
Pada akhirnya, konflik bukan tentang perbedaan itu sendiri,
melainkan tentang cara kita menyikapinya. Ketika kita memilih keputusan,
konflik tidak lagi menjadi ancaman, melainkan kekuatan yang membentuk hubungan
yang lebih dewasa, sehat, dan bermakna. (H.A.S)
Mulai website Anda sekarang bersama Hostinger — cepat, aman, dan terjangkau.

0 Komentar